Manfaat Dana Desa – Desa di Indonesia mendapatkan hadiah yang sangat bermanfaat sejak 3 tahun belakangan ini dari Pak Presiden Jokowi. Banyak manfaat dana desa yang dimanfaatkan masyarakat sekitar di suatu desa agar kualitas desa tersebut meningkat.

Kira-kira kamu tau ga, ada berapa jumlah desa di Indonesia? Di Indonesia saat ini ada sekitar 74,754 desa yang terdiri dari desa mandiri, desa maju, desa berkembang, dan desa tertinggal. Tentunya manfaat Dana Desa diharapkan agar desa tertinggal bisa naik kelas menjadi desa berkembang, dan akhirnya desa tersebut harus bisa mandiri.

Manfaat Dana Desa untuk Desa di Indonesia

Tentunya agar sebuah desa bisa mandiri, harus banyak hal yang diperbaiki dan ditingkatkan, misalnya yang terpenting adalah infrastruktur serta beraneka ragam sarana dan fasilitas di desa tersebut. Walaupun baru bergulir 3 tahun, manfaat dana desa tentunya sudah mulai bisa dirasakan oleh masyarakat.

Contohnya saja di tahun 2016 ada sekitar 66,800 km jalan desa serta 511 km jembatan yang dibangun. Selain itu, ada juga pembangunan 7,500 unit Posyandu, 11,200 PAUD, dan 686 unit Embung Desa (Embung itu semacam ‘kantung air’ yang digunakan untuk menampung air hujan). Tahun 2016 berarti baru 2 tahun Dana Desa berjalan, tapi sudah banyak hal yang dibangun.

manfaat dana desa 2016 - kadungcampur

Sebenarnya manfaat dana desa, tidak hanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur, namun juga diperuntukan untuk masyarakatnya sendiri alias dalam hal tenaga kerja. Diharapkan porsi untuk upah tenaga kerja adalah sekitar 20 – 30%.

Makanya ke depannya, akan dikedepankan konsep swakelola untuk proyek-proyek di pedesaan, dan minim atau bahkan tidak menggunakan kontraktor lagi. Namanya juga dana desa, tentunya dananya harus mutar di desa itu. Bicara soal tenaga kerja, ternyata di tahun 2015 aja, udah ada sekitar 986 ribu tenaga kerja (jangka pendek – 3 bulan) yang terserap, dan di tahun 2016 meningkat menjadi 1,84 juta tenaga kerja.

Selanjutnya, efek apa yang bisa terlihat di sini? Ketika masyarakat desa memiliki pendapatan, maka tentunya sama dengan memiliki daya beli. Dengan adanya daya beli, tentunya lama-kelamaan bisa meningkatkan beragam sektor usaha yang ada di dalam desa tersebut, seperti contohnya toko kelontong.

Program Pemerintah Dalam Memajukan Desa

Selain program dana desa, Pak Eko Putro Sandjojo bersama pemerintah juga memiliki beberapa program prioritas untuk memajukan desa, seperti misalnya Prukades atau Produk Unggulan Kawasan Pedesaan, Bumdesa atau Badan Usaha Milik Desa, kemudian ada Embung Desa, dan Sarana Olahraga. Saya hanya ingin mengambil dua poin yang menarik minat saya ketika mendengar pemaparan Pak Eko Putro Sandjojo di acara Rembug Desa Nasional 2017 baru-baru ini di Desa Panggungharjo, Jogjakarta. Ngomong-ngomong, selama pemaparan ini, saya dibuat kagum dengan Pak Eko Putro Sandjojo karena beliau banyak bicara dengan menggunakan angka.

Prukades Untuk Pemberdayaan Desa

Dengan adanya program Prukades ini, pemerintah mau agar desa-desa fokus ke beberapa produk saja, misalnya jagung, kopi, padi saja. Nanti pemerintah akan membantu dengan mengajak beberapa kementrian, bank BUMN, bahkan dunia usaha juga untuk membantu dalam prosesnya.

Contoh dari program Prukades ini, misalnya Bupati Halmahera Barat yang mengajukan ke pemerintah untuk fokus ke jagung, padi, kelapa, dan ikan. Dari jagung saja, daerahnya memiliki 20,000 hektar tanah yang siap dikelola.

Embung Desa Untuk Mengatasi Kekeringan

Dengan adanya embung desa, diharapkan nantinya desa tersebut bisa menanam hingga 2 x lipat di lahan yang sama, karena dibantu dengan adanya sistem irigasi dari embung tersebut.

Selain itu, manfaat embung ga hanya untuk menampung air hujan aja kok. Embung tersebut bisa lho dikasih bibit ikan, sehingga bisa memberikan supply ikan air tawar ke desa tersebut, dan memperbaiki kualitas gizi untuk masyarakat desa tersebut.

Dan pastinya, bisa juga dijadikan sebagai tempat pemancingan umum, yang akhirnya bisa menjadikan area itu sebagai tempat wisata. Dengan adanya tempat wisata berarti dibutuhkan juga sarana homestay, ‘kan? Nah, jadi sumber pendapatanlagi deh ini untuk masyarakat di desa tersebut ?

Mandiri Dengan Inovasi Dan Kreativitas

Contoh inovasi bisa dimulai dari hal yang sederhana seperti sampah dan minyak goreng bekas. Kedua hal ini kalau misalnya diolah dengan baik, bisa mendatangkan pendapatan yang signifikan terhadap desa itu.

Lalu bagaimana dengan minyak goreng bekas? Contoh ini diambil dari pengalaman Desa Panggungharjo nih. Lalu apalagi yang bisa dilakukan oleh desa agar bisa tetap mandiri?

 

BACA : MANFAAT DANA DESA

BACA JUGA : UMKM DI DESA