Cara Menumbuhkan Tunas Kelapa – Tumbuhan kelapa merupakan salah satu tanaman endemik Indonesia. Tanaman kelapa banyak dijumpai serta lebih banyak tumbuh di daerah dataran rendah, terutama di tepi pantai.

Setiap bagian tanaman kelapa banyak sekali manfaatnya, dari mulai batang pohon, daun, sampai buahnya. Oleh karena itu, pohon kelapa sengaja ditanam untuk dapat diambil buah, daun, atau batangnya.

Jarang bahkan mungkin akan sulit menjumpai orang yang menanam kelapa sebagai tanaman hias. Tanaman kelapa yang tinggi, memang tidak menarik jika ditanam sebagai tanaman hias.

Tips Cara Menumbuhkan Tunas Kelapa Mini

Apabila ingin menanam kelapa mini, elemen terpenting yang digunakan berupa buah kelapa yang memiliki tunas. Tunas tersebut baiknya tidak terlalu kecil atau pun terlalu besar. Jadi, dipilih tunas yang pelepahnya telah tampak, akan tetapi daunnya belum terbuka.  Pada kondisi inilah bibit kelapa tersebut mudah untuk beradaptasi.

Sebetulnya bisa juga menanam kelapa dari buah yang belum bertunas. Namun, hal tersebut akan memerlukan waktu untuk menumbuhkan tunas dahulu sehingga akan memakan waktu yang cukup lama sekitar 6 bulan bila menggunakan kelapa hijau.

Pada umumnya, jenis kelapa yang akan dibuat mini dipilih yang menarik serta memiliki ukuran buah yang kecil misalnya kelapa gading atau pun kelapa hibrida.

Kelapa gading menarik karena ukuran buahnya yang kecil, serta warna buah maupun daunnya cerah (kuning gading). Sedangkan kelapa hibrida dapat digunakan karena ukuran buah yang kecil serta warna daunnya hijau cerah.

Tahap awal pembuatan kelapa mini adalah pengupasan sabut kelapa. Selanjutnya, kelapa mini dapat ditanam di dalam pot.

Baca: Cara Menanam Kelapa Terbaik!

Cara Menumbuhkan Tunas Kelapa Mini

Pengupasan Sabut Kelapa

  • Agar sabut mudah dilepas, kulit bagian belakang (berlawanan arah dengan tunas) dipotong dengan bantuan pisau tajam atau gergaji besi.
  • Dengan menggunakan pisau, lakukan sayatan membujur dari arah tunas menuju ke belakang. Sayatan dibuat sampai mengenai batok.
  • Selanjutnya kulit kelapa kupas secara hati-hati agar tidak merusak batok maupun akarnya. Cara mudahnya, sayatan tersebut tarik menggunakan tangan, pisau, atau pun tang. Sayatan jangan ditarik bila sabut dari sayatan sebelumnya belum bersih. Hal ini untuk mempermudah pelepasan sabut berikutnya. Di dalam sabut terkadang juga sudah ada akar yang tumbuh sehingga penarikan sabut harus hati-hati supaya akar tidak rusak.
  • Batok kelapa dikerok dengan pisau tajam. Setelah bersih batok dihaluskan dengan ampelas kasar agar terlihat lebih menarik.

Penanaman Kelapa Mini

  • Siapkan media tanam dengan mencampur pasir, tanah, serta pupuk kandang atau kompos dengan jumlah perbandingan 2:1:1. Media tanam tersebut lalu dimasukkan dalam pot ceper atau pot yang meninggi. Pot ceper akan lebih banyak digunakan karena akan lebih memberi kesan artistik.
  • Bibit kelapa kemudian ditanam, buahnya letakkan secara horizontal serta tetap berada di atas tanah. Akar tersebut lalu masukkan ke dalam tanah secara hati-hati jangan sampai putus karena jumlah akar bibit kelapa hanya dua.
  • Agar pertumbuhan daun tidak menjulang ke atas tepi pelepah pada daun baru yang belum membuka dihilangkan dengan hati-hati.

Balok yang masih ada tersebut telah membuat tanaman kelapa ini menjadi lebih menarik. Daya tarik ini masih dapat ditambah lagi dengan tampilnya daun-daun melengkung ke alam. Daun kelapa yang melengkung tersebut bukan merupakan mutasi genetik, akan tetapi sengaja dibuat. Biasanya kelapa yang dibuat merupakan kelapa mini.

Caranya, daun yang baru tumbuh (masih muda dan lemas) setiap hari lengkungkan atau digulung ke dalam dengan jari. Ibu tulang daunnya juga dilengkungkan perlahan-lahan.

Perlakukan ini yang terus-menerus dan rutin sehingga akan menghasilkan daun menggulung ke dalam dan secara keseluruhan tampil menarik. Dengan demikian, bila batok kelapa telah lepas atau terpaksa dilepaskan karena pecah, misalnya, maka tanaman ini pun tetap tampil unik.

Merawat Kelapa Mini

Untuk bibit kelapa yang masih ada buahnya diperlukan perawatan ekstra agar buah kelapa tidak mudah kering dan terlepas dari tunasnya.

Baca Juga: Cara Menghasilkan Kelapa Hibrida Berkualitas!

Agar Batok Kelapa Menempel Lama

Bibit kelapa tersebut dapat tumbuh secara alami tanpa perawatan karena dalam buah kelapa masih terdapat cadangan makanan  yang dipergunakan untuk pertumbuhan.

Namun, bila cadangan makanan ini terus-menerus dimanfaatkan untuk pertumbuhan maka buah akan cepat kering. Setelah cadangan maknan habis, buah akan lepas dari tunasnya.

Kejadian ini dapat dihindari dengan dilakukannya penyiraman dan pemupukan untuk mensuplai hara yang cukup, batok kelapa dapat menempel terus dengan tanamannya hingga beberapa tahun.

Penyiraman dilakukan cukup dua hari sekali yang penting dijaga agar tanaman tidak kekeringan. Adapun pemupukan dilakukan cukup 3 bulan sekali dengan pupuk slow release, misalnya Gandasil hijau, Hyponex merah, Dekastar dengan dosisi sesuai anjuran.

Agar Buah Kelapa Tidak Membusuk

Menjaga buah agar tidak busuk juga penting karena hal ini menyangkut penampilan tanaman. Untuk menghindari kebusukan, buah diusahakan tetap berada di atas tanah, jangan sampai tertimbun tanah.

Apabila tanaman diletakkan di dalam ruangan, sebaiknya dua minggu sekali dikeluarkan untuk mendapatkan sinar matahari langsung. Setelah 3-5 hari, tanaman dapat dimasukkan lagi ke dalam ruangan.

Begitulah, singkatnya cara menumbuhkan tunas kelapa. Semoga dapat dipelajari dengan mudah dan semoga bermanfaat.