Belajar dan Berbagi

Resep, Tips dan Peluang Usaha Sekitar Kita

Tag: cara kawin silang kelapa

Cara Menumbuhkan Tunas Kelapa! Begini Caranya!

Cara Menumbuhkan Tunas Kelapa – Tumbuhan kelapa merupakan salah satu tanaman endemik Indonesia. Tanaman kelapa banyak dijumpai serta lebih banyak tumbuh di daerah dataran rendah, terutama di tepi pantai.

Setiap bagian tanaman kelapa banyak sekali manfaatnya, dari mulai batang pohon, daun, sampai buahnya. Oleh karena itu, pohon kelapa sengaja ditanam untuk dapat diambil buah, daun, atau batangnya.

Jarang bahkan mungkin akan sulit menjumpai orang yang menanam kelapa sebagai tanaman hias. Tanaman kelapa yang tinggi, memang tidak menarik jika ditanam sebagai tanaman hias.

Tips Cara Menumbuhkan Tunas Kelapa Mini

Apabila ingin menanam kelapa mini, elemen terpenting yang digunakan berupa buah kelapa yang memiliki tunas. Tunas tersebut baiknya tidak terlalu kecil atau pun terlalu besar. Jadi, dipilih tunas yang pelepahnya telah tampak, akan tetapi daunnya belum terbuka.  Pada kondisi inilah bibit kelapa tersebut mudah untuk beradaptasi.

Sebetulnya bisa juga menanam kelapa dari buah yang belum bertunas. Namun, hal tersebut akan memerlukan waktu untuk menumbuhkan tunas dahulu sehingga akan memakan waktu yang cukup lama sekitar 6 bulan bila menggunakan kelapa hijau.

Pada umumnya, jenis kelapa yang akan dibuat mini dipilih yang menarik serta memiliki ukuran buah yang kecil misalnya kelapa gading atau pun kelapa hibrida.

Kelapa gading menarik karena ukuran buahnya yang kecil, serta warna buah maupun daunnya cerah (kuning gading). Sedangkan kelapa hibrida dapat digunakan karena ukuran buah yang kecil serta warna daunnya hijau cerah.

Tahap awal pembuatan kelapa mini adalah pengupasan sabut kelapa. Selanjutnya, kelapa mini dapat ditanam di dalam pot.

Baca: Cara Menanam Kelapa Terbaik!

Cara Menumbuhkan Tunas Kelapa Mini

Pengupasan Sabut Kelapa

  • Agar sabut mudah dilepas, kulit bagian belakang (berlawanan arah dengan tunas) dipotong dengan bantuan pisau tajam atau gergaji besi.
  • Dengan menggunakan pisau, lakukan sayatan membujur dari arah tunas menuju ke belakang. Sayatan dibuat sampai mengenai batok.
  • Selanjutnya kulit kelapa kupas secara hati-hati agar tidak merusak batok maupun akarnya. Cara mudahnya, sayatan tersebut tarik menggunakan tangan, pisau, atau pun tang. Sayatan jangan ditarik bila sabut dari sayatan sebelumnya belum bersih. Hal ini untuk mempermudah pelepasan sabut berikutnya. Di dalam sabut terkadang juga sudah ada akar yang tumbuh sehingga penarikan sabut harus hati-hati supaya akar tidak rusak.
  • Batok kelapa dikerok dengan pisau tajam. Setelah bersih batok dihaluskan dengan ampelas kasar agar terlihat lebih menarik.

Penanaman Kelapa Mini

  • Siapkan media tanam dengan mencampur pasir, tanah, serta pupuk kandang atau kompos dengan jumlah perbandingan 2:1:1. Media tanam tersebut lalu dimasukkan dalam pot ceper atau pot yang meninggi. Pot ceper akan lebih banyak digunakan karena akan lebih memberi kesan artistik.
  • Bibit kelapa kemudian ditanam, buahnya letakkan secara horizontal serta tetap berada di atas tanah. Akar tersebut lalu masukkan ke dalam tanah secara hati-hati jangan sampai putus karena jumlah akar bibit kelapa hanya dua.
  • Agar pertumbuhan daun tidak menjulang ke atas tepi pelepah pada daun baru yang belum membuka dihilangkan dengan hati-hati.

Balok yang masih ada tersebut telah membuat tanaman kelapa ini menjadi lebih menarik. Daya tarik ini masih dapat ditambah lagi dengan tampilnya daun-daun melengkung ke alam. Daun kelapa yang melengkung tersebut bukan merupakan mutasi genetik, akan tetapi sengaja dibuat. Biasanya kelapa yang dibuat merupakan kelapa mini.

Caranya, daun yang baru tumbuh (masih muda dan lemas) setiap hari lengkungkan atau digulung ke dalam dengan jari. Ibu tulang daunnya juga dilengkungkan perlahan-lahan.

Perlakukan ini yang terus-menerus dan rutin sehingga akan menghasilkan daun menggulung ke dalam dan secara keseluruhan tampil menarik. Dengan demikian, bila batok kelapa telah lepas atau terpaksa dilepaskan karena pecah, misalnya, maka tanaman ini pun tetap tampil unik.

Merawat Kelapa Mini

Untuk bibit kelapa yang masih ada buahnya diperlukan perawatan ekstra agar buah kelapa tidak mudah kering dan terlepas dari tunasnya.

Baca Juga: Cara Menghasilkan Kelapa Hibrida Berkualitas!

Agar Batok Kelapa Menempel Lama

Bibit kelapa tersebut dapat tumbuh secara alami tanpa perawatan karena dalam buah kelapa masih terdapat cadangan makanan  yang dipergunakan untuk pertumbuhan.

Namun, bila cadangan makanan ini terus-menerus dimanfaatkan untuk pertumbuhan maka buah akan cepat kering. Setelah cadangan maknan habis, buah akan lepas dari tunasnya.

Kejadian ini dapat dihindari dengan dilakukannya penyiraman dan pemupukan untuk mensuplai hara yang cukup, batok kelapa dapat menempel terus dengan tanamannya hingga beberapa tahun.

Penyiraman dilakukan cukup dua hari sekali yang penting dijaga agar tanaman tidak kekeringan. Adapun pemupukan dilakukan cukup 3 bulan sekali dengan pupuk slow release, misalnya Gandasil hijau, Hyponex merah, Dekastar dengan dosisi sesuai anjuran.

Agar Buah Kelapa Tidak Membusuk

Menjaga buah agar tidak busuk juga penting karena hal ini menyangkut penampilan tanaman. Untuk menghindari kebusukan, buah diusahakan tetap berada di atas tanah, jangan sampai tertimbun tanah.

Apabila tanaman diletakkan di dalam ruangan, sebaiknya dua minggu sekali dikeluarkan untuk mendapatkan sinar matahari langsung. Setelah 3-5 hari, tanaman dapat dimasukkan lagi ke dalam ruangan.

Begitulah, singkatnya cara menumbuhkan tunas kelapa. Semoga dapat dipelajari dengan mudah dan semoga bermanfaat.

Cara Menghasilkan Kelapa Hibrida Berkualitas!

Cara menghasilkan kelapa hibrida berkualitas merupakan tantangan tersendiri bagi sebagian orang yang hendak memulai bisnis ini. Alih-alih untuk menghasilkan yang berkualitas, berharap pohon nya dapat panen sesuai waktunya saja belum tentu. Maka dari itu, ada beberapa hal yang harus dipenuhi untuk bisa menghasilkan nya. Silahkan simak tips dibawah ini.

 

Cara Menghasilkan Kelapa Hibrida Varietas Unggulan

Langkah 1: Pemilihan Bibit

Untuk mendapatkan bibit unggul harus ada beberapa syarat yang terpenuhi karena dengan bibit yang unggul serta memaksimalkan cara menghasilkan kelapa hibrida berkualitas akan menghasilkan bibit dengan pertumbuhan yang lebih cepat dan buah dengan kualitas maksimal.

Untuk mengetahui berikut beberapa syarat diantaranya:

  • Indukan merupakan pohon yang sudah berusia rentang 20 hinggal 40 tahun.
  • Batang pohon kelapa yang kuat dan lurus juga merupakan salah satu patokan cara menghasilkan kelapa hibrida unggul.
  • Bibit kelapa hibrida juga harus terbebas dari hama.
  • Produktivitas indukan yang tinggi juga merupakan faktor penting untuk mendapatkan kualitas bibit yang unggul.
  • Benih kelapa yang telah berumur sekitar 12 bulan juga merupakan faktor penentu.
  • Hasil indukan bibit yang akan digunakan harus memiliki buah yang bentuknya bulat agak lonjong serta memiliki panjang 22cm hingga 25cm dan lebar 17 cm hingga 22cm.
  • Indukan bibit harus memiliki buah dengan kulit yang licin serta halus dengan warna yang coklat.
  • Kemudian terakhir, bibit ketika sudah menjadi kelapa harus memiliki banyak air di dalamnya

 

Langkah 2: Mempersiapkan Lahan Tanam

Persiapkan lahan tanam minimal 1 bulan sebelum bibit akan di tanam, Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan lahan tanam berkualitas agar pohon yang ditanam nantinya akan menghasilkan buah terbaik.

Berikut ini langkah-langkah untuk persiapan lahan tanam :

  • Pembersihan lahan tanam dari berbagai jenis tanaman penggangu seperti gulma, rumput liar, bebatuan, sampah-sampah plastik atau pun pengganggu lain.
  • Gemburkan tanah untuk mempersiakan lahan tanam yang bagus.
  • Lakukan pengapuran jika tanah yang akan digunakan memiliki tingkat keasaman yang tinggi untuk mengurangi tingkat keasaman tanah.
  • Membuat lubang dengan ukuran kurang lebih 70cmx70cmx70cm.
  • Pastikan juga jarak diantara lubang tanam kurang lebih 8m/lubang.
  • Berikan kurang lebih 300 gram pupuk TSP disetiap lubang.
  • Terakhir untuk mendapatkan hasil yang maksimal biarkan kurang lebih satu bulan lubang tanam yang sudah dipersiapkan.

 

Baca: Budidaya Kelapa Hibrida! Begini Caranya!

 

Langkah 3: Persiapkan Bibit Tanam

Berikut langkah-langkah yang bisa di ikuti:

  • Pertama buka polybag bibit kelapa hibrida yang sudah disiapkan secara perlahan, usahakan agar akarnya tidak rusak.
  • Lalu masukan bibit kelapa tadi pada lubang tanam yang sudah dipersiapkan, letakkan tepat di tengah dari lubang tanam agar pertumbuhan tanaman baik dan lurus.
  • Selanjutnya tutup lubang tanam menggunakan tanah yang telah dicampur dengan pupuk organik ataupun pupuk kendang.
  • Langkah terakhir siram lubang tanam tadi dengan air.
  • Untuk ukuran lahan sekitar 1 hektar akan memerlukan kurang lebih 160 batang bibit kelapa, sisanya kurang lebih 17 batang bibit kelapa akan digunakan untuk penyulaman.

Langkah 4: Perawatan Pohon

Berhasil atau tidaknya hasil pembibitan pohon kelapa hibrida terletak pada proses perawatan. Proses saat perawatan merupakan proses terpenting untuk menentukan keberhasilan karena dibutuhkan komitmen serta kesabaran untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Berikut langkah-langkah serta tips yang dapat dipraktekan untuk merawat tanaman kelapa hibrida.

 

Langkah 5: Penyulaman Tanaman

Dari seluruh bibit yang ditanam, biasanya akan ada bibit kelapa hibrida yang gagal beradaptasi kemudian mati atau tumbuh secara tidak sempurna. Untuk menangani hal tersebut maka dapat dilakukan penyulaman terhadap bibit kelapa tersebut lalu ganti dengan bibit kelapa yang baru.

 

Langkah 6: Penyiangan Tanaman

Tanah atau lahan tanam tempat budidaya kelapa hibrida akan selalu muncul rumput liar ataupun gulma, maka dari itu lakukan pengecekan serta lakukan penyiangan tanaman secara rutin, setidaknya lakukan rutin minimal setiap satu bulan sekali.

 

Baca Juga: Alat Destilasi Asap Cair dan Cara Membuatnya

 

Langkah 7: Pengairan Tanaman

Proses pengairan terhadap tanaman kelapa hibrida merupakan salah satu hal terpenting yang harus maksimal dan rutin dilakukan. Seperti yang ditulis diatas bahwa jika di dapati lahan yang kering terlalu lama maka akan mengurangi hasil produksi buah kelapa hingga mencapai 50%, maka dari itu harus dilakukan penyiraman tanaman secara rutin setiap 2-3 hari sekali pada saat sore hari.

 

Langkah 8: Pemupukan Tanaman

Faktor pendukung berhasil tidaknya hasil produksinya adalah proses pemupukan yang baik. Pemupukan dapat dilakukan ketika masa satu bulan pasca tanam, untuk proses pemupukan dapat menggunakan pupuk urea atau sejenisnya dengan takaran 100gr setiap pohonnya.

Dalam proses pemberian pupuk dapat dilakukan dengan menyebarkan pupuk disekitar 15cm dari pangkal batang kelapa. Pemupukan yang maksimal minimal berikan 2 kali dalam setahun, biasanya dilakukan pada akhir musim hujan sekitar bulan mei serta pada awal musim hujan sekitar bulan oktober.

© 2018 Belajar dan Berbagi

Theme by Anders NorenUp ↑