Daging sapi adalah jenis bahan pangan yang sering digunakan untuk diolah menjadi berbagai jenis produk makanan yang banyak disukai orang seperti sosis, bakso dan lain-lain. Cara pengolahan daging sapi yang cukup mudah karena tekstur daging sapi tersebut mudah dirubah menjadi apapun dan juga rasanya enak juga. Protein yang terkandung didalam daging sapi juga cukup banyak. Namun masalah yang sering di alami oleh orang-orang adalah daging sapi ini tidak dapat bertahan dalam cukup waktu yang lama, hal tersebut dikarenakan daging sapi ini bisa membusuk. Adapun salah satu cara menyimpan daging sapi ini yaitu dengan menggunakan cara yang modern, yaitu dengan menggunakan plastik vakum untuk kemasan daging sapi.

Baca juga : Inilah 2 Resep Cara Membuat Bakso Daging Yang Wajib Dicoba

Fungsi plastik vakum ini pada pengemasan daging sapi adalah untuk membuat daging sapi tersebut bertahan dalam waktu yang cukup lama dan juga mengurangi jumlah bunga es jika daging sapi tersebut disimpan di dalam freezer dalam jangka waktu yang lama.

Bahan Plastik Kemasan Untuk Daging Sapi

Kemasan kedap udara biasanya dibuat dari bahan plastik LDPE, PET atau nylon. Plastik tersebut memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing, karena kualitas plastik yang berbeda anatar satu dengan lainnya. Berikut ini ketiga jenis plastik yang digunakan untuk membuat kemasan kedap udara.

LDPE

Low Density Polyethylene (LDPE)  adalah jenis plastik yang dibuat dari minyak bumi atau thermoplastik. Sifat dari plastik jenis LDPE adalah kuat, agak tembus cahaya, fleksibel dan permukaannya agak berlemak. Pada suhu kurang dari 60˚C, plastik LDPE sangat resisten terhadap senyawa kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetapi kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen. Kemasan kedap udara yang berbahan LDPE sulit dihancurkan tetapi tetap baik untuk kemasan makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini. Plastik jenis ini jarang diproses untuk didaur ulang, meskipun didaur ulang plastik ini biasa digunakan sebagai bahan pembuat ubin lantai.

PET

Polyethylene Terephthalate (PTE/PETE) adalah jenis plastik yang bersifat jernih, transparan dan tembus pandang. Biasanya plastik jenis ini digunakan untuk botol kemasan air mineral. Plastik jenis ini direkomendasikan hanya untuk sekali pakai, atau maksimal tiga kali pakai. Bila terlalu sering digunakan, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat akan sangat berbahaya karena dapat menyebabkan lapisan polimer pada botol meleleh dan mengakibatkan zat karsinogenik yang dapat menyebabkan penyakit kanker, karena pembuatan polyethylene terephthalate menggunakan senyawa antimoni trioksida.

Nilon

Plastik untuk kemasan vakum terbuat dari material nilon yang dikenal sebagai bahan yang cukup tebal sehingga mampu melindungi produk makanan yang ada di dalamnya. Meski kemasan dalam ketebalan tertentu tidak akan mudah rusak atau pun tergores. Bahan nylon juga mampu beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang ekstrem sehingga baik makanan ringan maupun makanan bahan makanan lainnya akan terjaga dalam kemasan tersebut.

Nylon atau nilon adalah jenis plastik yang termasuk produk polimer sintetis. Plastik jenis ini memiliki tingkat kekuatan dan elastisitas yang sangat tinggi, karena terdiri dari serat sintetis yang dibuat dari minyak bumi. Nylon biasanya digunakan untuk produk yang membutuhkan daya tahan yang tinggi seperti tali pancing. Produk lain dari nylon yaitu digunakan sebagai bahan kain.

Harga plastik nylon dibandingkan dengan plastik kemasan jauh lebih mahal karena memiliki keunggulan lebih lentur, tidak mudah longgar dan tahan lama. Plastik nylon juga dijual sesuai ukuran. Plastik ini juga digunakan untuk meningkatkan daya tahan atau lama kadaluarsa suatu produk. Sehingga dengan menggunakan kemasan vacuum nylon, udara tidak bisa lagi ketika udara di dalam sudah divacuum keluar.