Keset dari sabut kelapa – Manfaatnya banyak dan sabut kelapa yang dihasilkan adalah anugerah dari Allah yang diberikan kepada kita.

Terutama bagi kita yang berada di daerah tropis.  Karena pohon kelapa tumbuh subur di daerah ini. Terutama yang ada di sekitar pantai. Jadi wajar jika kita harus memaksimalkan potensi ini.

Agar lebih bersyukur atas nikmat Allah, di sini kami menyajikan informasi beberapa produk dan manfaat sabut kelapa berupa produk unggulan yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Dan semoga dengan mengetahui produk turunannya semoga dapat membantu Anda dalam mengembangkan sabut kelapa.

Dan bagi Anda yang akan terjun ke dunia bisnis cocofiber,  kami yakin  artikel ini akan sangat berguna dalam membuat siteplan bisnis  Anda.

Selama ini masyarakat hanya mengenal produk sabut kelapa sebagai home base saja, karena produk ini merupakan produk yang paling banyak digunakan di masyarakat.

Variasi produk keset dengan nama yang diberikan sesuai dengan kebutuhan seperti welcome, welcome, bonjour, Bula dan lainnya menambah citra positif saat dipasang di depan rumah atau kantor Anda.

Hal lain tentang penggunaan dasar sabut kelapa juga banyak digunakan untuk penyaringan merkuri dalam penambangan emas. Menurut penambang emas, menyaring merkuri menggunakan keset lebih efektif.

 

Cara Membuat Keset dari Sabut Kelapa

keset dari sabut kelapa

1. Bahan Baku

Bahan baku ini merupakan bahan utama atau bahan dasar yang akan digunakan dalam proses produksi yang sifat dan bentuknya akan berubah.

2. Bahan Tambahan

Bahan tambahan adalah bahan yang kami tambahkan ke proses produksi, sehingga dapat memberikan nilai tambah pada produk. Untuk bahan tambahan yang digunakan seperti tali plastik dalam proses pengepakan.

3. Bahan Tambahan

Bahan tambahan adalah bahan yang dapat mendukung proses produksi yang tidak terlihat pada produk akhir. Contoh bahan penoksi yang digunakan dalam pembuatan dasar sabut kelapa misalnya adalah air, air ini disemprotkan ketika sabut kelapa akan rusak.

Proses Pembuatan Keset dari Sabut Kelapa

  1. Dekomposisi

Pada tahap pertama ini kita harus mengurai sabut kelapa terlebih dahulu, sehingga  lebih mudah dan efisien kita bisa menggunakan mesin pengurai sabut kelapa.

Tetapi sebelum kita memasukkan sabut kelapa ke dalam mesin dekomposisi, kita menyemprotkan air terlebih dahulu, ini perlu dilakukan agar sabut kelapa terlalu kering dan proses dekomposisi menjadi lebih mudah.

Pantau proses pencernaan tiga kali agar menghasilkan sabut kelapa yang lebih baik.

  1. Memintal

Proses ini menggunakan mesin pemintal sabut kelapa semi-otomatis yang dibantu oleh tenaga kerja sebagai pengontrolnya. Sabut yang telah kami jelaskan kemudian dipintal menjadi tali dalam tiga ukuran, yaitu kecil (warp), ukuran sedang (anyaman)dan ukuran besar (babat).

  1. Mengepang

Proses ini melibatkan penggabungan babat yang telah dipotong-potong kecil dengan melengkung ke dalam keset.

  1. Pembingkaian

Proses pembingkaian adalah proses terakhir sebelum pengepakan. Kami melakukan proses ini di setiap sisi tenun keseimbangan dengan menggunakan anyaman yang ditenun  sebagai bingkai. Ini dapat kita lakukan dengan bantuan merajut jarum dan mengikuti proses kelancaran.

  1. Pengepakan

Proses ini adalah akhir dari membuat keset sabut kelapa ini, proses  ini dapat kita lakukan setelah keset dibingkai. Proses ini dibedakan oleh ukuran kecil dari keset yang dihasilkan.

Mengolah sabut kelapa sebagai bahan loyalitas merupakan salah satu alternatif yang bisa kita lakukan untuk mengurangi limbah dari sabut kelapa yang selama ini jarang digunakan sebagai produk by-product perkebunan kelapa yang bermanfaat.

Dengan perkembangan teknologi dalam aplikasi  yang tepat, seratkelapa terbukti mampu menghasilkan nilai ekonomis yang cukup besar.

Selain keset sabut kelapa, ada juga Cocomesh jaring  sabut kelapa yang  merupakan produk sabut kelapa.