Plastik merupakan salah satu bahan kemas yang sering digunakan oleh masyarakat untuk berbagai hal. Contoh penggunaan kemasan makanan plastik yang sering kita jumpai sehari-hari. Karena seringnya digunakan, plastik seolah-olah telah menjadi sebuah kebutuhan sehari-hari.

Plastik sebenarnya memiliki dampak yang buruk bagi lingkungan apabila sudah tidak digunakan lagi. Sampah plastik berdampak buruk bagi lingkungan karena sifat plastik yang memang susah diuraikan oleh tanah meskipun sudah tertimbun bertahun-tahun.

Plastik dapat terurai setidaknya setelah tertimbun selama 200 hingga 400 tahun. Bahkan sebuah hasil penelitian menyebutkan bahwa sampah plastik bisa terurai dalam waktu 1000 tahun lamanya. Banyaknya masyarakat yang tidak menyadari bahaya plastik menimbulkan dampak negative bagi lingkungan.

Terlalu sering menggunakan plastik akan mengakibatkan pencemaran sampah plastik. Mari Pastikan Menggunakan Kemasan Makanan Ramah Lingkungan sebagai mengemas produk.

Bahaya Kemasan Makanan Plastik Bagi lingkungan

kemasan makanan plastik

1. Mengakibatkan Banjir

Sampak dari kemasan plastik tak hanya berbahaya bagi kesehatan, tapi juga sangat berbahaya bila pembuangannya tidak pada tempat yang tepat. Saat sampah plastik ini menyebabkan penyumbatan saluran air serta tanggul banjirlah yang kemudian menjadi akibatnya. Saat hal tersebut terjadi pastinya bakal merugikan suatu lingkungan tempat tinggal tertentu.

2. Menurunkan Tingkat Kesuburan Tanah

Dampak sampah plastik juga buruk bagi tanah, ini dikarenakan sirkulasi udara di dalam tanah menjadi terhalang. Mawah tanah pun pergerakannya akan menjadi terhambat dan terganggu. Padahal tugas para makhluk tersebut adalah menyuburkan tanah.

3. Hewan Terjerat

Tidak hanya hewan yang hidup di dalam tanah, hewan yang berada di laut pun akan terganggu akibat sampah kantong plastik. Tumpukan plastik yang pembuangannya tak tepat akan mengakibatkan para hewan yang hidup di dalam air tersebut menderita. Besar kemungkinan bagi mereka untuk terjerat dalam timbunan plastik sangat besar, apalagi kalau para hewan tersebut sampai mengonsumsinya.

4. Meracuni Makhluk Hidup

Pada saat hewan memakan sampah kantong plastik baik hewan maka hewan tersebut akan mati. Sampah plastik setelah dimakan dan berada di dalam tubuh hewan tersebut pun tak akan bisa hancur. Karena plastik tersebut tidak dapat dicerna tubuh hewan tersebut, saat hewan mati dan jadi bangkai plastik itu tidak bisa hancur. Hal inilah yang kemudian bisa menjadi racun dan menyebar ke hewan maupun makhluk hidup lainnya.

5. Mencemari Air

Sampah plastik yang terbuang ke-air, maka air minum yang ada di lingkungan bisa diperburuk oleh kantong plastik yang mengurai. Bahan kimia dari plastik yang penuh racun, seperti Bisphenol A, Styrene Trimer, serta produk sampingan Polystyrene dapat mencemari air. Air yang tercemar akan berpengaruh pada lingkunhan, hewan dan juga memengaruhi kesehatan kita.

6. Memicu Polusi Udara

Selain mencemari lingkungan karena sampah plastik yang susah terurai, banyak orang memutuskan untuk membakar plastik agar tidak menumpuk. Namun hal lain yang ditimbulkan dari pembakaran ini prosesnya akan membuat atmosfer terkontaminasi. Sampah plastik yang melalui proses pembakaran akan melepaskan bahan kimia mengandung racun yang dari sisa pembakaran maupun asap yang dihasilkan.

Mari Kenali Berbagai Jenis Plastik dan Contohnya Dalam Kehidupan Sehari-hari,

Salah satu usaha untuk mengurangi penggunaan kemasan makanan plastik adalah dengan membangun kesadaran masyarakat, misalnya dengan menggalakkan kembali penggunaan tas-belanja. Dengan begitu akan dapat mengurangi penggunaan kantong plastik, dan perlengkapan makan sekali pakai.

Jangan membuang sampah plastik sembarangan, jangan juga di bakar atau di kubur, karena racun yang ada dalam sampah dapat mencemari lingkungan di sekitar kita. Untuk itu cintai lingkungan maka lingkungan juga akan mencintai kita.