Berbagai macam cara telah diterapkan supaya makanan yang telah diproduksi mampu bertahan lama selama penyimpanan hingga ke tangan konsumen. Salah satu produk terutama produk makanan yang perlu diperhatikan dalam pengemasannya adalah makanan beku atau frozen food yang kini mulai digemari oleh masyarakat. Berbagai jenis plastik untuk makanan beku pun sudah diciptakan untuk mengemas produk makanan tersebut.

Baca juga : Ketahui..! Bahaya Sampah Dari Kemasan Makanan Plastik

Pengemasan merupakan salah satu cara untuk melindungi atau mengawetkan produk pangan maupun non pangan. Pengemasan juga memiliki peranan yang sangat penting dalam menunjang distribusi produk, terutama produk yang mudah mengalami kerusakan.

Pengemasan produk makanan beku dapat melindungi bahan dari dehidrasi atau hilangnya cairan yang disebabkan oleh proses sublimasi selama pembekuan. Sublimasi atau penguapan terjadi didalam semua kondisi penyimpanan beku. Pengemasan produk yang memadai dapat mencegah terjadinya freeze burn. Freeze burn adalah proses terjadinya perubahan warna, tekstur, cita rasa dan nilai gizi dari suatu produk bahan pangan beku.

Jenis Plastik yang Digunakan

Kemasan yang umumnya digunakan untuk makanan beku atau frozen food adalah plastik jenis Polietilen (PE), HDPE, LDPE. Adapun jenis yang lebih modern menggunakan edibel film untuk mengemas makanan beku. Produk susu akan cukup baik jika dikemas dengan jenis plastik HDPE dan LDPE.

Sebelum makanan beku masuk ke dalam kemasan, makanan beku harus melewati proses pembekuan atau pendinginan yang baik terlebih dahulu. Pembekuan yang baik pada umumnya dilakukan pada suhu -12 sampai -24 derajat celsius. Sedangkan untuk pembekuan yang cepat atau quick freezing dilakukan pada suhu -24 sampai -40 derajat celsius. Proses pendinginan biasanya akan mengawetkan bahan makanan selama beberapa hari atau minggu tergantung dari bahan makanannya. Dari proses tersebut maka akan diperoleh sinergisitas antara pengemasan dan pengolahan yang baik sehingga produk makanan frozen food dapat bertahan lama dan kualitasnya terjaga hingga ke tangan konsumen.

Penggunaan kemasan vakum atau kemasan kedap udara sangat memberikan kontribusi yang baik untuk industri makanan terutama yang ada di rumahan, karena dengan menggunakan alat tersebut makanan makanan yang awalnya harus dijual cepat akibat memiliki daya tahan yang lumayan sedikit, kini bisa lebih bertahan lama karena bisa dimasukan ke dalam kemasan yang diberikan efek vakum. Dengan demikian, maka kerugian akibat daya tahan makanan yang sebentar akan diminimalisasi dan pedagang akan jauh merasa aman terhadap produk yang dijualnya dikarenakan bisa lebih bertahan lama dan bisa dipasarkan ke tempat yang lebih jauh dari jangkauan yang sudah ada sebelumnya.

Makanan yang sudah dikemas dalam kemasan vakum bisa terlihat fresh dan segar. Proses pengiriman produk yang jauh dengan jarak tempuh yang tidak sebentar tidak akan membuat pedagang khawatir lagi karena tidak akan terjadi pembusukan atau kehancuran pada produk makanan tersebut. KemasanĀ  vakum atau kemasan kedap udara mempermudah sekaligus menjadi sebuah solusi untuk permasalahan produksi dan pengemasan dengan harga yang terjangkau. Manfaat dari kemasan vakum ini biasanya dimanfaatkan oleh pedagang bandeng presto, pedagang sosis, nugget, dan makanan lainnya yang membutuhkan ruang hampa udara untuk bertahan lebih lama sehingga akan sampai ke tangan konsumen dalam keadaan masih bisa dikonsumsi. Selain untuk mengawetkan makanan, kemasan kedap udara juga dipakai untuk mengurangi ukuran kemasan suatu produk, karena bentuk kemasan yang fleksibel serta menggunakan plastik yang berukuran pas dengan bentuk produk yang akan dikemas. Kemasan juga berbobot ringan karena terbuat dari plastik.