Artikel berikut mengenai cara mengolah sekam padi jadi dedak halus dan Perbedaan Sekam, Dedak dan Bekatul!

Pada umumnya pakan ternak ayam menggunakan dedak hasil penggilingan padi. Namun karena terkadang adanya keterbatasan antara produksi dedak dan kebutuhan pakan ternak, oleh karena itu dibutuhkan alternatif pengganti dedak yatitu sekam padi yang dipilih sebagai alternatif dedak.

Selain ayam, ternak sapi pun bisa diberi salah satu tambahan konsentrat sebagai pengkonsumsi tepung sekam, selain itu tepung sekam sangat bagus diberikan untuk peternak itik. Dan tentunya hal ini menjadi alternatif yang bagus juga murah.

 

Cara Mengolah Sekam Padi Jadi Dedak Halus

Sudah saatnya peternak mandiri dapat membuat pakan sendiri. Dibawah ini merupakan cara mengolah sekam padi jadi dedak halus dengan mesin penggiling sekam yang akan memudahkan pelaku bisnis peternakan untuk membuat pakan bekatul atau dedak dari sekam sendiri.

Sebenarnya kerja mesin giling sekam simpel. Langkah-langkah yang harus di siapkan yakni :

  1. Sekam padi yang sudah disiapkan dalam karung,
  2. Nyalakan mesin penggiling sekam dan masukkan sekam padi perlahan-lahan ke torong pemasukkan. (Atur lubang pemasukkan perlahan-lahan agar tidak mengumpul jadi satu.)
  3. Jika sudah dimasukkan ke gilingan, sekam akan tergiling dengan pisau giling serta beradu dengan saringan. Karena itu outputnya berbentuk dedak dan sekam yang halus.
  4. Mesin penggerak menggunakan motor disel yang harapannya mempunyai daya yang kuat untuk merusak sekam.
  5. Siapkan wadah dapat berupa karung sebagai hasil dari penggilingan.

 

Perbedaan Sekam, Dedak dan Bekatul

Padi merupakan tanaman pangan yang sangat banyak dibudidayakan di Indonesia. Tanaman padi dibudidayakan menjadi penghasil beras dan dijadikan bahan pangan yang sangat banyak dikonsumsi. Namun nyatanya pemrosesan padi menjadi beras membuahkan sampah bekas berbentuk sekam. Semakin banyak produksi beras maka semakin banyak juga sampah sekam yang dibuat.

Sekam padi hasil pemrosesan dapat menjadi sampah yang menumpuk apabila tidak digunakan, walaupun sebenarnya keberadaannya begitu melimpah. Diperlukannya pengembangan dari pemakaian sekam padi ini agar menjadi produk atau bahan yang lebih berguna.

Saat gabah digiling akan membuahkan beras menjadi produk utama, dan sekam yang disebut kulitnya menjadi produk sampingannya. Ketika sekam digiling kembali untuk dihaluskan maka akan menghasilkan bekatul serta dedak, hasil penggilingan yang kasar dinamakan dedak, sedangkan yang lebih halus disebut bekatul.

Gabah padi memiliki 3 susunan kulit yang membungkus beras. Yakni

  1. Bagian yang sangat luar memiliki bentuk keras serta tajam, disebut sekam.
  2. Pada susunan pembungkus yang ke-2 merupakan dedak.
  3. Sedangkan yang paling akhir merupakan bekatul.

Jadi ketika proses penggilingan ketiganya akan dipisahkan satu-satu, hingga ketiganya menjadi produk yang berlainan. Antara bekatul dan dedak terdapat ketidaksamaan pada tekstur yaitu dedak lebih kasar sedangkan bekatul lebih halus, oleh karena itu harga bekatul lebih mahal dari pada dedak.

Pada umumnya karena sekam sangat keras dan tajam, sekam tidak bisa dijadikan menjadi pakan ternak, dan hanya dijadikan menjadi alas lantai kandang. Sedangkan dedak walaupun teksturnya kasar, namun masih dapat dijadikan pakan untuk hewan ternak, baik unggas, sapi, serta kambing.

Sedangkan bekatul, nyatanya memiliki kandungan gizi yang baik untuk perkembangan hewan ternak. Bahkan juga terdapat dari beberapa peternak, yang menyampaikan bahwa hewan ternak yang diberi pakan bakatul memiliki nafsu makan yang lebih lahap, jika dibandingkan dengan dedak.

Demikianlah artikel mengenai cara mengolah sekam padi jadi dedak halus dan Perbedaan Sekam, Dedak dan Bekatul