Cara Membuat Karbon Aktif Batok Kelapa – Arang batok kelapa selama ini lebih sering kita kenal sebagai bahan bakar untuk pemanggangan ikan atau makanan lain. Di balik kehitaman arang batok kelapa itu, ternyata menyimpan nilai ekonomis yang lebih tinggi lagi.

Batok kelapa yang dijadikan arang dapat ditingkatkan nilai ekonomisnya dengan menjadikannya karbon aktif. Cara membuat karbon aktif dari batok kelapa juga relatif lebih mudah.

Pengertian Karbon Aktif

Karbon aktif, atau sering disebut juga sebagai arang aktif, adalah suatu jenis karbon yang memiliki luas permukaan yang sangat besar. Hal ini bisa dicapai dengan mengaktifkan arang tersebut. Hanya dengan satu gram dari karbon aktif, akan didapatkan suatu material yang memiliki luas permukaan kira kira sebesar 500 m2 (didapatkan dari pengukuran adsorpsi gas nitrogen).

Biasanya pengaktifan hanya bertujuan untuk memperbesar luas permukaannya saja, namun beberapa usaha juga berkaitan dengan meningkatkan kemampuan adsorpsi karbon aktif itu sendiri

.

lihat juga! manfaat batok kelapa

Cara Membuat Karbon Aktif Batok Kelapa

Bentuk dan ukuran, dan kualitas batok kelapa harus diperhatikan ketika membuat karbon aktif. Batok kelapa yang akan dijadikan bahan pembuat karbon aktif, sebaiknya bebentuk setengah atau seperempat ukuran batok. Jika ukurannya terlalu hancur, maka batok itu kurang baik dijadikan bahan pembuat karbon aktif.

Dari segi kualitas, batok kelapa yang memenuhi syarat dijadikan bahan karbon aktif adalah kelapa yang benar-benar tua hingga warnanya hitam mengkilap dan keras.Batok yang dijadikan bahan pembuat karbon aktif umumnya dari kelapa yang dijadikan kopra.

Batok kelapa yang dihasilkan merupakan belahan dua dari satu buah kelapa utuh. Untuk membuat karbon aktif yang benar-benar berkualitas, batok harus bersih dan terpisah dari sabutnya.

 

karbon aktif

Tahapan Membuat Karbon Aktif

Ada dua tahapan membuat karbon aktif yang berkualitas dari batok kelapa. Tahap pertama yang harus dilakukan adalah batok dibuat arang dengan peralatan drum berpenutup.

Tahap kedua, melalui proses penggilingan arang batok hingga menghasilkan karbon aktif dan serbuk arang. Serbuk arang ini masih bisa diproses menjadi briket arang batok. Penggilingan itu dilakukan dengan mesin sederhana berpenggerak listrik, diesel, atau bensin.

Kualitas batok dan proses pembakaran akan sangat menentukan rendemen karbon aktif yang dihasilkan. Kualitas batok kelapa biasa lebih baik dibanding kelapa hibrida.

Agar dapat memperoleh rendemen karbon aktif yang lebih baik, langkah langkah proses pembakaran dengan cara drum diberi empat lubang di bagian bawah. Agar selama pembakaran udara bisa masuk, drum harus diganjal tiga potongan batu bata.

Pembakaran arang dilakukan lapis demi lapis batok. Memulai pembakaran bisa dengan menggunakan kertas atau daun kelapa kering yang ditaruh di atas satu lapis batok di dasar drum. Setelah batok lapisan pertama terbakar, sedikit demi sedikit satu lapisan ditaruh diatasnya. Langkah ini terus dilakukan sampai drum penuh.

Ketika batok lapisan atas mulai terbakar, batu bata yang menjadi ganjalan drum perlahan lahan diambil, sehingga dasar drum langsung menyentuh tanah dan menutup lubang. Kemudian drum ditutup rapat rapat dan jangan sampai ada udara yang masuk.

Jika ada udara yang masuk, maka arang yang ada dalam drum akan menjadi abu. Tetapi kalau drum ditutup rapat sebelum seluruh batok terbakar, batok tidak akan menjadi arang.

Keesokan harinya, setelah drum dingin, tutupnya dibuka, kemudian drum dibaringkan. Arang batok kemudian dibongkar secara perlahan-lahan. Arang batok yang tampak hitam, mengkilap, utuh, keras, dan mudah dipatahkan menunjukkan kualitasnya baik. kadar air dalam arang batok kelapa antara 50-70 persen.