Pada kesempatan kali ini kita akan bahas tentang cara budidaya padi pandan wangi. Simak artikel kali ini.

Cara Budidaya Padi Pandan Wangi Yang Harus Kalian Ketahui

Cara Budidaya Padi Pandan Wangi

Padi Pandanwangi ialah salah satu tanaman dari padi bulu yang ditanam di tanah seperti padi yang lainya. Karena nasinya yang berbau seperti daun pandan, maka sejumlah orang beras ini sejak tahun 1973 terkenal dengan sebutan Pandan Wangi. Berikut ini teknik budidaya tanaman padi sawah.

Asal Usul Padi Pandan Wangi

Cara Budidaya Padi Pandan Wangi

Sejak dijumpai padi Pandan Wangi tersebut, seorang pedagang beras bernama Haji Jalal yang hidup di Warungkondang, Cianjur memperkenalkan ke sebuah restoran di Jakarta.
Setelah usaha Haji. Jalal berhasil, sejumlah petani mulai ikut menanam padi Pandan Wangi. “Setelah dicoba dipasarkan ke Jakarta, ternyata laku keras. Sejak itu masyarakat Cianjur mulai memperbanyak jenis padi ini,” kata Ibrahim.
Pada tahun 1980, padi jenis ini mulai banyak dikenal di Jakarta. Karena rasanya enak, harum, pulen, dan disukai konsumen. Bahkan kerap disebut sebagai beras menteri, karena menjadi santapan kalangan menteri.
Sayangnya perkembangan padi ini sempat tertahan yakni sekitar tahun 2000. Hal ini karena banyak pedagang yang mengoplos beras Pandan Wangi.
Namun petani di Kecamatan Warungkondang dan Cibeber bertahan menanam padi Pandan Wangi. Karena mulai surut dan sering dipalsukan, Tjetjep Muchtar, Bupati Cianjur membeli lahan padi Pandan Wangi seluas 5.000 ha guna menjaga keberadaan varietas tersebut.
Dari hasil penelitian, padi yang berasnya berbentuk bulat dan beraroma wangi pandan ini, ternyata hanya cocok dibudidayakan di Kabupaten Cianjur.

Cara Memasak Nasi Pandan Wangi :

  1. Ukur beras dengan cangkir takar/sesuai selera kamu dan masukkan ke dalam panci penanak nasi Anda.
  2. Cuci beras dahulu sebelum dimasak, beras harus dicuci terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar membersihkan kotoran yang menempel pada beras ikut terbuang bersama dengan air. Jika yang mecucinya lama akan menghilangkan serat dan vitamin yang terkandung dalam beras.
  3. Ukur air secukupnya. Sebagian besar memakai air dingin
  4. Rendam beras tiga puluh menit biar enak kalau tidak di rendam juga enak. Namun beberapa orang tidak merendam beras dikarenakan untuk mempersingkat waktu memasak. Perendaman juga dapat membuat nasi menjadi lebih lengket. Gunakan jumlah air yang diukur sebelumnya untuk merendam beras pada suhu ruang.
  5. Tambahkan perasa kalau perlu seperti garam, mentega atau minyak. Perasa wajib ditambahkan ke dalam air sebelum Anda mulai menanak nasi, sehingga beras akan menyerap perasa ini selama dimasak.
  6. Masukkan butiran beras yang menempel di dinding panci masuk ke dalam air sehingga semua beras terendam sepenuhnya, jangan sampai ada yang kelewatan.  Gunakan sendok kayu atau plastik untuk melakukannya. Beras yang ada di luar air bisa hangus selama dimasak. Jika air atau beras tumpah ke tepi panci, bersihkan dulu luar panci dengan kain atau lap hingga kering.
  7. Periksa penanak nasi untuk mengatur selera anda atau pengaturan kusus.
  8. Masak nasi di dalam penanak nasi. Jika penanak nasi Anda mempunyai panci yang bisa dilepas, pasangkan kembali pancinya setelah diisi dengan beras dan air. Tutup penanak nasi nya, lalu hubungkan kabelnya dengan colokan listrik, dan tekan tombol untuk memasak (cook). Tombol ini mengeluarkan bunyi klik secara otomatis seperti pemanggang roti.
  9. Tungggu nasi selama 10-15 menit sebelum membuka tutup penanak nasi. Disarankan dalam penanak nasi, dan otomatis dilakukan pada beberapa merek penanak nasi. Selama waktu ini, jangan memutuskan aliran listrik ataupun mengangkat panci dari sumber panas akan mengurangi jumlah nasi yang merekat di panci penanak nasi.
  10. Aduk nasi agar tidak padat dan menggumpal, Nasi siap sajikan.