Halo, kali ini saya akan menulis artikel yang membahas tentang cara beternak sapi perah agar mendapatkan keuntungan yang besar dan melimpah. Sapi perah merupakan sapi yang menghasilkan susu yang biasa kita minum di rumah. Tentu kalian sudah tidak asing dengan sapi perah.

Kini sudah banyak masyarakat yang membudidayakan sapi perah, hal ini dikarenakan susu yang dihasilkan sapi perah bermanfaat dalam berbagai kebutuhan. Susu sendiri merupakan salah satu kebutuhan masyarakat untuk dikonsumsi setiap harinya. Salah satu contoh manfaatnya adalah untuk membantu pertumbuhan balita dan kesehatan manula.

Selain masyarakat, pabrik pabrik juga membutuhkannya sebagai bahan pembuatan makanan olahan lainnya. Jadi, tak heran jika sapi perah sekarang banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Mengingat tingginya permintaan susu sapi di pasaran yang terus meningkat.

Hal ini pula yang juga menjadi peluang besar dalam usaha budidaya sapi perah dengan hasil yang menguntungkan. Jika anda merupakan salah satu dari sekian banyak orang yang berminat untuk beternak sapi perah, maka artikel ini cocok untuk anda. Karena artikel ini akan membahas tentang cara beternak sapi perah agar memberkan untung melimpah.

Tapi sebelum itu apakah kalian sudah tahu mengenai sapi perah ? Kalau begitu saya jelaskan terlebih dahulu.

Apa Itu Sapi Perah ?

cara beternak sapi perah

sapi perah merupakan sapi yang dikembangbiakan dengan khusus karena kemampuannya dalam menghasilkan susu dalam jumlah yang besar. Dalam sejarahnya, sapi penghasil susu tidak jauh berbeda dengan sapi biasa, karena memilik induk yang sama dan dapat digunakan untuk menghasilkan sapi perah maupun pedaging (umumnya jantan).

Saat ini, pengembangbiakan sapi perah lebih khusus daripada sapi lainnya, karean untuk mendapatkan sapi varietas khusus yang mampu menghasilkan susu dalam jumlah besar. Sapi perah memiliki bobot 640-900 kg dengan produksi susu mencapai 20 liter tiap ekor.

Cara Beternak Sapi Perah

Berikut ini adalah cara beternak sapi perah.

1. Pembuatan Kandang Untuk Beternak Sapi Perah

Dalam membuat kandang sapi, anda harus memperhatikan lokasi kandang. Lokasi kandang yang baik adalah yang daeerahnya jauh dari pemukiman penduduk tetapi mudah dajangkau dan diawasi. Jarak kandang sapi perah dari rumah minimal 10 meter dan harus mendapat sinar matahari yang cukup agar kesehatannya terjaga.

Ukuran kandang pejantan dewasa  1 ,5 x 2 atau 2 ,5 x 2 meter, sedangkan untuk kandang betina dewasa 1, 8 x 2 m, dan anak sapi berukuran 1, 5 x 1m tiap ekor. Dengan tinggi ± 2 – 2,5 meter . Sedangkan suhu kandang 25-35ºC dengan kelembaban 70%

2. Pemilihan Bibit Sapi Perah

A.  Sapi Perah Betina

  • Menghasilkan susu yang banyak.
  • Berusia ± 3,5 tahun sampai 4,5 tahun
  • Sudah pernah melahirkan anak sapi perah atau siap kawin.
  • Tidak memiliki cacat pada seluruh bagian tubuh sapi  perah.
  • Dalam keadaan sehat dan tidak penyakitan.
  • Mampu melahirkan anakan sapi setiap tahun.

B.  Sapi Perah Pejantan

  • Berusia antara 4 -5 tahun.
  • Dalam keadaan tidak cacat.
  • Sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit.
  • Mempunyai badan yang kuat dan gagah.
  • memiliki kepala yang besar dan tanduk, tetapi tetap seimbang dengan tubuhnya.

3. Pemberian Pakan Dalam Beternak Sapi Perah

Pakan yang diberikan untuk ternak berupa hijauan dan konsentrat. Konsentrat yang digunakan adalah ampas tahu, ampas bir, ampas tebu, bekatul, kulit nanas, kulit kacang kedelai dan buatan pabrik pakan.

Perlu diketahui pemberian konsentrat harus diberikan lebih dahulu untuk memberi pakan mikrobia rumen, sehingga ketika pakan hijauan masuk rumen, mikrobia rumen telah siap dan aktif mencerna hijauan.

Kebutuhan pakan kering sapi adalah 2,5% berat badannya. Hijauan tersebut adalah damen, daun jagung, dan rumput liar sebagai pakan berkualitas rendah dan rumput gajah, rumput odot sebagai pakan berkualitas tinggi.

Pakan hijauan diberikan pada siang hari sesudah pemerahan sebanyak 30 – 50 kg/hari . pakan rumput rumputan diberikan ke ternak jantan sekitar 10 % dan pakan tambahan 1 -2 %.

Sedangkan untuk sapi yang sedang menyusui memerlukan pakan tambahan sekitar 25 % hijauan dan konsentrat. hijauan atau rumput sebaiknya di tambahkan kacang-kacangan dan juga sapi harus di kasih air minum perhari sekitar 10 %.

4. Pemeliharaan Kandang dan Sapi Perah

Kandang harus selalu dibersihkan setiap hari agar terhindar dari berbagai peyakit, dan tempatkan kotoran sapi ke tempat lain untuk dimanfaatkan menjadi pupuk kandang. Air minum harus disediakan setiap hari, agar lebih baik tempat makan dan minum berada di luar tetapi teap satu atap dengan kandang.

Usahakan tempat makan dan minum sapi perah tinggi, supaya nantinya pakan tidak diinjak injak oleh sapi.  Sapi juga harus selalu di perhatikan kesehatannya jangan sampai ada gerak gerik aneh pada sapi anda, jika sampai sapi tidak sehat itu akan mengurangi kualitas produksi susu sapi anda.

Jangan lupa untuk selalu memprhatikan kebersihan sapi ternak anda usahakan minimal sapi di mandikan 1 dalam 1 bulan agar supaya tetap terlihat bersih dan sehat, serta bulunya tidak terlihat kumal.

5. Panen Susu Sapi Perah

 

cara beternak sapi perah

Ini adalah hal yang paling kita tunggu -tunggu sebagai peternak sapi perah. Yakni hasil dari sapi perah yang berupa susu yang dihasilkan oleh sapi betina selain itu sapi perah juga menghasilkan daging dan kulit yang bagus serta kotoran sapi juga bisa di jadikan pupuk kandang dan kompos.

Untuk informasi saja harga jual susu sapi per liter adalah Rp.6.500-7.500, jadi jika anda dalam sehari menghasilkan susu sapi 100 liter. Maka anda sudah dapat mengantongi uang ± Rp.7.000.000 .

 


Itulah cara beternak sapi perah agar untung besar dan melimpah. Semoga dapat bermanfaat bagi anda ingin mencoba beternak sapi perah. Sampai jumpa di artikel lainnya.

Semoga Berhasil !