Beberapa Cara Budidaya Bawang Merah di Dataran Tinggi Dengan Mudah | Sentra bawang merah kebanyakan berada didataran rendah seperti  Demak, Cirebon, Brebes, Tegal, Kulon Progo, Bantul, Kediri dan lainnya.  Akan tetapi  bawang merah juga diusahakan didataran medium sampai dataran tinggi seperti Probolinggo, Banjarnegara, Malang, Magetan, Sukabumi, Kabupaten Magelang  dan lainnya.

Untuk mendapatkan pertumbuhan dan produksi yang baik diperlukan adanya syarat tumbuh yang optimal antara lain Ketinggian tempat 0-800 meter diatas permukaan laut ( DPL ) dengan suhu 270-320 celsius.

Keasaman tanah atau pH 6-7.  pH kurang dari 6 diperlukan adanya pengapuran tanah. Teksur tanah sedang hingga liat dengan kelembaban 60-70%. Jenis tanah yang dikehendaki adalah latosol, glei humus maupun aluvial. Bawang merah ini dapat ditanam dengan berbagai sistem antara lain

bawang merah1

 

Berikut beberapa cara budidaya bawang merah dengan biji akan diulas di bawah ini :

  • Pengolahan Tanah. Budidaya bawang merah bisa menggunakan biji yang diawali dengan proses pengolahan tanah. Tanah harus bertekstur remah sehingga mendukung pertumbuhan umbi. Setelah itu, buat bedengan dengan lebar 1 m. Untuk panjang bedengan sendiri 15 m, diberikan pupuk kandang sebanyak 50 kg, kemudian dicampur dengan abu sekam. Bisa juga ditambahkan pupuk dan kandang jika tanah terdapat ulat tanah.

 

  • Persemaian. Lakukan persemaian benih bawang merah dengan membuat baris-baris di setiap bedengan dengan jarak 10 cm. Benih disebar pada setiap bedengan dengan kedalaman 1 cm. Kemudian tutupilah dengan abu sekam atau pupuk kandang dengan takaran sedikit saja. Setelah itu, bedengan ditutup menggunakan jerami, setelah itu baru lakukan penyiraman rutin.

 

  • Dalam persemaian, harus ada naungan agar benih bawang tidak terkena matahari secara langsung.Selang 4 hari setelah tanam, jerami bisa dipindahkan. Setelah bibit berumur kurang lebih 25 hari, penutup bisa dilepas karena bibit sudah tahan terhadap sinar matahari.

 

  • Penanaman. Pada umur 40-45 hari bibit siap dipindahtanamkan. Ada baiknya apabila penanaman dilakukan di lahan yang tergenang air agar bibit lebih cepat tumbuh. Jarak tanam bawang sebaiknya 5-10 cm.

 

  • Pemupukan. Untuk pemupukan, sebaiknya gunakan pupuk berimbang. Misalnya, pupuk NPK yang memenuhi prinsip 16-16-16. Untuk pupuk skala kecil bisa dicampur dengan pupuk dengan pupuk skala besar asalkan dosis yang diberikan sesuai. Pemupukan dilakukan sebanyak 3 sampai 4 kali diawali pada saat umur 2 sampai 4 minggu setelah pindah tanam, dengan tenggang waktu 2 sampai 3 minggu selama penanaman. Pupuk yang digunakan sekitar 150 sampai 200 kg/ha.

 

  • Pengendalian Hama. Ada kalanya untuk memperhatikan pemupukan, terlalu rutin memupuk atau intensif akan mengakibatkan munculnya gulma atau hama yang akan mengganggu pertumbuhan tanaman bawang merah. Untuk itu, perlu dilakukan pengendalian manual dengan pencabutan hama disekitar tanaman. Apa bila genting disemprotkan herbisida pada saat gula masih kecil.

Bawang Merah Brebes

 

Sistem Cemplongan

Sistim ini mempunyai keunggulan dimana tanaman bawang merah dapat ditumpangsarikan dengan tanaman sayuran lainnya seperti sledri, bawang putih, bawang daun, kapri, dan sayuran lainnya. penanaman bawang merah secara tumpangsari dapat mengurangi resiko kegagalan sekaligus dapat memanen berbagai hasil tanaman dari satu lahan yang sama. Budidaya bawang merah sistem cemplongan dapat dilakukan dengan cara pengolahan lahan sempurna agar rumput pengganggu tertunda tumbuhnya. Lahan yang telah selesai diolah selanjutnya dikowak dibuat cemplongan dengan jarak  0,5 x 0,5 meter. Cemplongan diberi pupuk organik dan pupuk an organi sesuai dosis ditutup tanah ditepak dengan cangkul agar rata selanjutnya bibit bawang merah ditanam.  Satu cemplongan dapat ditanam 6- 12  bibit bawang merah.

 

Sistem MPHP

Mulsa plastik hitam perak ( MPHP ) bukan barang baru untuk tanaman budidaya,  kebanyakan  untuk tanaman cabai, tomat, sledri dan lainnya. MPHP ini dapat digunakan untuk budidaya bawang merah. Caranya sama seperti menyiapkan lahan untuk tanam cabai yakni tanah diolah, dibedeng, beri  pupuk organik, pupuk  an organik sesuai takaran tutup tanah dan dipasang mulsa plastik. Penanaman bawang merah dengan MPHP ini dapat menggunakan jarak tanam sesuai kebutuhan misalnya menghendaki jarak tanam 15 x 15 cm, 15 x 10 cm  atau 20 x 20 cm. Beberapa keunggulan budidaya bawang merah sistim MPHP ini antara lain menekan pertumbuhan gulma, tidak perlu pendangiran, pemantulan sinar matahari meningkatkan laju fotosintesa, air tanah lebih stabil. Setelah panen bawang merah dapat ditanami tanaman lain tanpa harus  olah tanah lagi.

 

 Sistem konvensional

Pada lahan bekas padi sawah dibuat bedengan dengan lebar 150 -175 cm, parit antar bedengan 50 cm dengan kedalaman 50 cm. Tanah atas bedengan dicangkul dengan kedalaman 20 cm hingga gembur. Untuk lahan tegalan atau lahan kering tanah dibajak, digaru selanjutnya dibedeng dengan ukuran lebar 125 cm tinggi 25 cm  jarak antar bedengan 50 cm. Pupuk diberikan 1 minggu sebelum tanam dengan dosis 15 ton pupuk kandang dan pupuk SP 36  200 kg/ ha. Pupuk diaduk rata sedalam olah tanah selanjutnya dilakukan penanaman.

 

Anda juga dapat mengetahui tentang cara membudidayakan bawang merah brebes dengan mudah dan dapat ditiru sendiri.