Budidaya Ayam Pedaging – Budidaya ayam pedaging sangatlah penting, apalagi jika anda akan memulai sebuah usaha. Ayam Pedaging merupakan ras yang bisa tumbuh berkembang cepat, dan menghasilkan daging diwaktu yang singkat sehingga kita harus budidaya ayam pedaging ini.

Budidaya Ayam Pedaging

Pemilihan Bibit

Pemilihan bibit yang baik ialah : sehat, aktif, daging dan tubuh gemuk bulat, bulu bersih kilat, mata tajam dan lubang anus bersih terawat.

Pemeliharaan Budidaya Ayam Pedaging 

Perkembangan

Jenis kandang ada 2 yakni bentuk dengan panggung/litter dan tanpa litter. Jenis dengan litter, lantai biasanya lebih bersih karena kotoran langsung jatuh ke tanah dan lebih efisien tetapi biaya yang perlu dikeluarkan untuk menyiapkan kandang seperti ini jauh lebih besar dari kandang jenis tanpa litter.

Pakan

  • Pakan diberikan harus mengandung zat pakan yang dibutuhkan ayam pedaging, zat tersebut yakni harus mengandung protein, lemak, mineral vitamin.
  • Perhitungan Feed Convertion Ratio ialah efisien pakan, dihitung dengan cara jumlah pakan dibagi dengan berat ayam yang diternak.

Vaksinasi

Vaksinasi adalah masukan bibit penyakit yang dilumpuhkan/dilemahkan ke dalam tubuh ayam pedaging agar dapat timbul kekebalan tubuh.

Penyakit

Penyakit yang sering menyerang ayam broiler yaitu :
  • Tetelo (Newcastle Disease/ND).  Penyebabnya ialah virus Paramyxo. Gejalanya ayam pedaging akan sering mengalami sesak, diare, dan nafsu makanpun berkurang.
  • Gumboro (Infectious Bursal Disease/IBD). Penyebab ialah virus golongan Reovirus. Gejalanya ayam pedaging akan kehilangan selera makan, radang pada area anus, ayam tidak bisa diam, dan diare.
  • Penyakit Ngorok (Chronic Respiratory Disease). Penyebabnya ialah bakteri Mycoplasma gallisepticum. Gejalanya ialah ayam bersin dan mengeluarkan lendir ingus dan susah saat akan bernafas. Penularan melalui pernapasan dan lendir atau melalui perantara seperti alat-alat.
  • Berak Kapur (Pullorum). Disebut juga berak kapur sebab gejalanya adalah ayam pedaging akan diare terus menerus hingga mengeluarkan kotoran warna putih dan jika didiamkan akan kering seperti kapur. Penyebabnya ialah bakteri Salmonella pullorum.

Cuci Hama Kandang

Dilaksanakan dengan tahapan yakni ; cuci kandang hingga bersih dari sampah dan kotoran sebelumnya ada. Selanjutnya pengapuran dinding dan lantai.
Cuci hama kandang dengan penyemprotan formalin, agar hama dan bibit penyakit hilang dan mati. Lalu biarkan kandang kosong selama 10 hari sebelum melakukan pembudidayaan ayam pedaging kembali.