Belajar dan Berbagi

Resep, Tips dan Peluang Usaha Sekitar Kita

Author: Nawarendra

Cara Ternak Kambing Etawa dengan Mudah

Pada dasarnya dalam tata cara budidaya kambing etawa kaligesing memiliki kesamaan dengan kambing etawa. Berikut ini merupakan langkah-langkah cara ternak kambing etawa :

1. Pemilihan Bibit

 

Dalam hal ini, alangkah baiknya membeli ke kelompok atau para peternak kambing yang sudah terpercaya, dan memiliki indukan atau anakaan kambing yang berkualitas super.

Kambing etawa yang bagus untuk di jadikan induk pejantan yaitu :

  1. Postur punggung yang lurus.
  2. Kaki kokoh.
  3. Bersih dari penyakit maupun cacat fisik.
  4. Serta sudah berumur lebih dari 1.5 tahun.

Sedangkan kambing indukan betina yang bagus memiliki ciri-ciri :

  1. Berkaki lurus.
  2. Bentuk tubuh proporsioal.
  3. Bersikap jinak.
  4. Mempunyai jumlah puting ada dua dan jika diraba terasa kenyal.
  5. Serta kambing bebas dari penyakit.

2. Perkandangan

Dalam beternak kambing usahakan lokasi jauh dari pemukiman warga. Karena akan menimbulkan polusi udara yang cukup menyengat. Dan peternakan kambing etawa juga membutuhkan sirkulasi udara dan sinar matahari yang cukup.

Alangkah baiknya kandang dibuat dari bahan yang kuat serta murah. yakni dengan ventilasi cukup. wadah makanan mudah di jangkau. memiliki tempat penampungan kotoran dan mendapat sinar matahari. Berikut syaratnya :

  • Jarak kandang minimal 10 m dari rumah.
  • Bangun kandang dengan tipe kandang panggung agar tidak kena kotoran _+ 0.5m.
  • Tempat wadah pakan diukur setinggi bahu kambing.
  • Pisahkan antara kambing jantan dan betina. kecuali jika di kawinkan.
  • Mendapatkan cukup sinar matahari dan terlindung angin malam.

 

Baca Juga : Cara Ternak Kambing yang Baik dan Mudah

 

3. Pemberian Pakan

Pakan ternak kambing terbagi menjadi dua yakni pakan hijauan (berupa dedauan / rerumputan) dan pakan tambahan (berupa konsentrat). serta terdapat tambahan lainnya yaitu silase yang merupakan pakan fermentasi dari rumput.

Beri pakan tambahan yang bernutrisi dengan mencampurkan konsentrat dan bekatul perbandingannya yaitu 3:1. Cara mudahnya bekatul 50% : bungkil kelapa 25% : bugkil kacang kacangan 25%. Pakan di berkan sebanyak 2 kali yaitu pada pagi hari dan sore.

Untuk hijauan ialah makanan pokok contohnya daun nangka. mahoni. rumpur odot. dan lainnya. Hijauan yang di berikan memiliki berat10% dari bobot kambing. Jangan lupa untuk memberi minum sebanyak 1.5–2.5 liter tiap ternak per hari. dengan campuran garam beryodium.

 

4. Perawatan Kambing Peranakan Etawa

Agar memperoleh hasil kambing peranakan etawa yang baik dan berkualitas dengan nilai jual tinggi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan :

A. Pemberian Pakan

Jumlah pemberian pakan tergantung pada jenis pakan yang diberikan.

  • Pemberian pakan hijauan di berikan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore.
  • pakan konsentrat dan silase di berikan sebagai selingan.
  • komboran di berikan tiap sore hari.

Hal ini sangat penting agar kebutuhan pakan terpenuhi.

 

B. Perawatan Ternak Kambing

Perawatan ternak kambing berupa :

  • Memberi makan dan minum.
  • Pencukuran bulu.
  • Pemotongan kuku.
  • Membersihkan kandang.
  • Dan perawatan lainnya.

 

C. Memandikan Ternak Kambing

 

Kambing dimandikan sebanyak dua kali dalam sebulan. ternak yang tidak pernah dimandikan akan lebih mudah terserang penyakit. Tujuan dari perawatan kambing yakni agar bisa mencegah penyakit yang ingin bersarang pada kuku atau bulunya. Selain itu. ternak yang bersih akan terlihat lebih sehat dan menarik. sehingga memiliki harga jual yang lebih tinggi.

 

5. Produksi Kambing Etawa

Kambing etawa mampu melahirkan 2-3 tiga kali dalam waktu 2 tahun dimana sekali masa kehamilan rata-rata melahirkan 1–3 anak kambing. Ketika kambing memasuki musim kawin, kambing etawa betina bisa dikategorikan cukup dewasa setelah berumur 6 bulan. dan siap dikawinkan ketika telah berumur 10–12 bulan.

Umumnya lama waktu birahi kambing etawa sekitar 1–2 hari. dengan siklus birahi yang berselang selama 2–3 minggu.

Ciri-ciri kambing yang sedang memasuki musim kawin bisa dilihat dari tingkah lakunya yaitu terlihat gelisah. nafsu makan dan minum turu. selalu mengibaskan ekornya. sering kencing. serta organ kemaluannya akan bengkak dan basah.

 

6. Panen

Kambing yang siap panen adalah kambing yang sudah menginjak usia dewasa (poel / gigi ompong). yakni usia sekitar 8–12 bulan. Panen kambing dilakukan setiap tahun.

Sedangkan jika ingin menjual dengan bobot maksimal atau untuk diikutkan kontes. maka umur 1.5 tahun adalah yang paling ideal. Harga kambing etawa dewasa adalah Rp.4–6 juta tiap ekor.

Usahakan dapat memanen kambing per tahun berpapasan dengan Hari Raya Idul Adha agar harga jual kambing menjadi lebih tinggi dan keuntungan yang didapatkan lebih banyak.

 

Baca juga : mesin giling sekam menjadi bekatul untuk pakan ternak

 

Demikianlah artikel mengenai cara ternak kambing etawa dengan mudah, semoga bermanfaat.

Budidaya Ikan Lele Kolam Terpal Mudah

Budidaya ikan lele tak harus dilakukan di kolam tanah. Ada cara efektif dalam mengembangbiakkan lele dengan cara mudah yakni menggunakan terpal.

 

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang dijual dengan harga terjangkau.walaupun seperti itu lele memiliki kandungan gizi yang tinggi. Dalam 100 gr ikan lele memiliki kandungan 240 Kkal, 14,5 gram lemak, 8,5 gram karbohidrat, dan 17,5 gram protein.

 

Selain memiliki gizi yang tinggi, ikan lele juga mudah dibudidayakan di rumah. Berikut merupakan budidaya ikan lele kolam terpal yang bisa diikuti oleh pemula :

 

1. Siapkan Media Kolam

 

Budidaya ikan lele kolam terpal dapat dilakukan di rumah. Terpal menjadi media yang paling mudah didapatkan. Cara untuk menyiapkan terpal sebagai kolam ikan lele:

  1. Bersihkan kolam terpal dengan sabun dan bilas hingga bersih dan keringkan.
  2. Kemudian bentangkan terpal hingga berbentuk menyerupai kolam. Agar dapat berdiri dengan tegak, terpal juga bisa disanggah dengan besi atau buat kolam dengan susunan batako yang dilapisi terpal.
  3. Isi kolam terpal dengan air hingga setinggi 20-30 cm.
  4. Kemudian diamkan air di dalam terpal selama 7-10 hari untuk pembentukan lumut dan fitoplankton. Setelah dibiarkan hingga sekitas sepekan lebih, tambahkan air dengan ketinggian kurang lebih 80-90 cm
  5. Jika air sudah siap, tambahkan beberapa irisan daun pepaya dan singkong dengan tujuan untuk mengurangi bau air kolam.

 

Baca juga:

Budidaya Ikan Lele

2. Pilih Bibit Unggul

Dalam memilih bibit ikan lele tidak dibolehkan asal. Pilih bibit lele unggul yang sehat dan yang lebih besar. Bibit lele yang unggul biasanya memiliki gerakan yang lebih agresif dan gesit saat diberi makan dan memiliki warna sedikit lebih terang.

 

3. Penebaran Bibit

Sebelum mulai menebar bibit, pisahkan ikan lele ukuran besar dan kecil. Untuk menghindari ikan lele yang memakan sesama, karena ikan lele bersifat kanibal.

Dan yang perlu diperhatikan dalam cara budidaya ikan lele kolam terpal adalah jangan menebar bibit secara bersamaan. Hal Ini hanya akan membuat ikan stres dan menyebabkan kematian.

Alangkah lebih baiknya menggunakan ember dan memasukkan sedikit demi sedikit bibit lele yang berada dalam ember ke dalam kolam. Kemudian diamkan hingga 30 menit dan biarkan ikan lele keluar dan ember menuju kolam. Waktu yang baik untuk menebarkan bibit adalah pagi dan malam hari.

 

4. Pemeliharaan Ikan Lele

Dalam budidaya ikan lele, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni ; setelah ikan lele berumur kurang lebih 20 hari, lakukanlah penyortiran. Pisahkan lele yang besar dan yang kecil dalam kolam berbeda.

Kualitas air kolam yang bagus untuk lele memiliki warna hijau. Karena lele dapat bertahan hidup di air berlumpur. Air akan berwarna merah menandakan ikan sudah dewasa dan siap dipanen.

Pastikan tinggi kolam lele di bulan pertama adalah 20 cm, bulan kedua 40 cm dan bulan ketiga 80 cm karena keadaan kolam juga perlu jadi perhatian. Usahakan air kolam tidak terlalu dangkal.

Berilah Ikan lele pakan tiga kali sehari yakni jam 7 pagi, 5 sore, dan 10 malam. Jenis pakannya sentrat 781-1.

 

5. Panen Ikan Lele

Ikan lele dapat dipanen jika sudah berusia kurang lebih 90 hari dari masa tebar bibit. Dalam pengambilan ikan lele, pastikan dengan sarung tangan. Ataupun menggunakan jaring bahkan serokan besar.

 

Terimakasih sudah membaca artikel budidaya ikan lele kolam terpal, selamat mencoba!

 

Baca juga :

Mesin giling sekam menjadi bekatul untuk pakan ternak

Cara Mengolah Sekam Padi jadi Dedak Halus

Artikel berikut mengenai cara mengolah sekam padi jadi dedak halus dan Perbedaan Sekam, Dedak dan Bekatul!

Pada umumnya pakan ternak ayam menggunakan dedak hasil penggilingan padi. Namun karena terkadang adanya keterbatasan antara produksi dedak dan kebutuhan pakan ternak, oleh karena itu dibutuhkan alternatif pengganti dedak yatitu sekam padi yang dipilih sebagai alternatif dedak.

Selain ayam, ternak sapi pun bisa diberi salah satu tambahan konsentrat sebagai pengkonsumsi tepung sekam, selain itu tepung sekam sangat bagus diberikan untuk peternak itik. Dan tentunya hal ini menjadi alternatif yang bagus juga murah.

 

Cara Mengolah Sekam Padi Jadi Dedak Halus

Sudah saatnya peternak mandiri dapat membuat pakan sendiri. Dibawah ini merupakan cara mengolah sekam padi jadi dedak halus dengan mesin penggiling sekam yang akan memudahkan pelaku bisnis peternakan untuk membuat pakan bekatul atau dedak dari sekam sendiri.

Sebenarnya kerja mesin giling sekam simpel. Langkah-langkah yang harus di siapkan yakni :

  1. Sekam padi yang sudah disiapkan dalam karung,
  2. Nyalakan mesin penggiling sekam dan masukkan sekam padi perlahan-lahan ke torong pemasukkan. (Atur lubang pemasukkan perlahan-lahan agar tidak mengumpul jadi satu.)
  3. Jika sudah dimasukkan ke gilingan, sekam akan tergiling dengan pisau giling serta beradu dengan saringan. Karena itu outputnya berbentuk dedak dan sekam yang halus.
  4. Mesin penggerak menggunakan motor disel yang harapannya mempunyai daya yang kuat untuk merusak sekam.
  5. Siapkan wadah dapat berupa karung sebagai hasil dari penggilingan.

 

Perbedaan Sekam, Dedak dan Bekatul

Padi merupakan tanaman pangan yang sangat banyak dibudidayakan di Indonesia. Tanaman padi dibudidayakan menjadi penghasil beras dan dijadikan bahan pangan yang sangat banyak dikonsumsi. Namun nyatanya pemrosesan padi menjadi beras membuahkan sampah bekas berbentuk sekam. Semakin banyak produksi beras maka semakin banyak juga sampah sekam yang dibuat.

Sekam padi hasil pemrosesan dapat menjadi sampah yang menumpuk apabila tidak digunakan, walaupun sebenarnya keberadaannya begitu melimpah. Diperlukannya pengembangan dari pemakaian sekam padi ini agar menjadi produk atau bahan yang lebih berguna.

Saat gabah digiling akan membuahkan beras menjadi produk utama, dan sekam yang disebut kulitnya menjadi produk sampingannya. Ketika sekam digiling kembali untuk dihaluskan maka akan menghasilkan bekatul serta dedak, hasil penggilingan yang kasar dinamakan dedak, sedangkan yang lebih halus disebut bekatul.

Gabah padi memiliki 3 susunan kulit yang membungkus beras. Yakni

  1. Bagian yang sangat luar memiliki bentuk keras serta tajam, disebut sekam.
  2. Pada susunan pembungkus yang ke-2 merupakan dedak.
  3. Sedangkan yang paling akhir merupakan bekatul.

Jadi ketika proses penggilingan ketiganya akan dipisahkan satu-satu, hingga ketiganya menjadi produk yang berlainan. Antara bekatul dan dedak terdapat ketidaksamaan pada tekstur yaitu dedak lebih kasar sedangkan bekatul lebih halus, oleh karena itu harga bekatul lebih mahal dari pada dedak.

Pada umumnya karena sekam sangat keras dan tajam, sekam tidak bisa dijadikan menjadi pakan ternak, dan hanya dijadikan menjadi alas lantai kandang. Sedangkan dedak walaupun teksturnya kasar, namun masih dapat dijadikan pakan untuk hewan ternak, baik unggas, sapi, serta kambing.

Sedangkan bekatul, nyatanya memiliki kandungan gizi yang baik untuk perkembangan hewan ternak. Bahkan juga terdapat dari beberapa peternak, yang menyampaikan bahwa hewan ternak yang diberi pakan bakatul memiliki nafsu makan yang lebih lahap, jika dibandingkan dengan dedak.

Demikianlah artikel mengenai cara mengolah sekam padi jadi dedak halus dan Perbedaan Sekam, Dedak dan Bekatul

© 2020 Belajar dan Berbagi

Theme by Anders NorenUp ↑