Masih tentang plastik, kali ini akan membahas tentang akibat dari sampah plastik di laut. Masalah mengenai sampah bukan menjadi sesuatu yang asing lagi bagi kita, bukan hanya menjadi permasalahan besar di Indonesia, namun, seluruh dunia.

Faktanya banyak dari kita mengetahui dampak buruk dari membuang sampah sembarangan, namun hal tersebut tetap saja tak terhindarkan.

Satu fakta tentang sampah perlu kita ketahui, terutama untuk sampah plastik, yang tak munkin terlepas dari kegiatan kita sehari-hari.

Plastik Di laut MenyebabkanThe Great Pacific Garbage Patch

akibat dari sampah plastik di laut

Sampah plastik di lautan dapat berubah menjadi sesuatu yang sangat mengerikan yang disebut dengam “ The Great Pacific Garbage Patch “.

The Great Pacific Garbage Patch adalah kumpulan sampah di lautan yang terbawa arus laut. Fenomena ini telah terjadi selama bertahun – tahun dengan kapasitas sampah yang semakinbertambah.

Peristiwa ini Pertama kali dilaporkan tahun 1988 oleh National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat.

Namun, masih banyak rupanya yang bahkan tidak mengetahui istilah tersebut. Apa dampak dari femomena tersebut?.

Bencana The Great Pacific Garbage Patch memiliki dampak yang sangat besar bagi lingkungan, terutama bagi biota yang berada di sekitarnya.

Tak dapat dipungkiri lagi kalau laut sudah mulai tercemar, seharusnya laut itu bewarna biru indah, tetapi yang ada sekarang hijau kecoklatan karena limbah.

Sampah Plastik Di Lautan

Sampah plastik, tak hanya membuat masalah di darat bahkan laut-pun tak luput darinya. Jumlah sampah plastik di laut sangat besar.

Menurut sebuah studi (Jambeck et al., 2015) diperkirakan setiap tahun sekitar 4,8 hingga 12,7 juta metrik ton sampah plastik memasuki lautan.

Hal ini membuat lautan Indonesia mendapat peringkat kedua sebagai sumber pencemaran plastik terbesar di dunia. Indonesia menempati posisi ke-2 dalam hal pembuangan sampah plastik ke laut, dengan jumlah sampah plastik sekitar 187,2 juta ton.

Untuk posisi teratas ditempati Tiongkok dengan 262,9 juta ton sampah plastik. Sedangkan untuk posisi ketiga ditempati oleh Filipina sebesar 83,4 juta ton ( Menurut studi yang dilakukan oleh Jambeck )

Tahun 1997, Charles Moore, pendiri Algalita Research Foundation menemukan sejumlah besar plastik yang mengapung di Pasifik Selatan.

Moore memperkirakan luas zona pencemaran plastik bisa mencapai 2,6 juta kilometer persegi, bahkan lebih luas dari Indonesia yang hanya sekitar 1,905 juta kilometer persegi.

Selain mengapung di lautan luas, sampah plastik juga dapat ditemukan di berbagai pula. Pada pulau Henderson, yang terletak di sekitar wilayah Pasifik Selatan, merupakan pulau yang paling tercemari  oleh plastik di Bumi. Hal tersebut didasarkan pada penemuan 38 juta keping sampah yang di pulau tersebut.

Akibat Dari Plastik Di lautan

Pencemaran plastik telah menjadi permasalah dunia. Sampah plastik dapat dengan mudah membunuh binatang laut.

Binatang – binatang tersebut dapat terperangkap oleh jaring ikan atau mati kelaparan karena memakan partikel yang tidak dapat diserap tubuhnya.

Sekitar 90% burung laut sudah mengonsumsi sampah plastik di laut. Plastik yang terurai akan mengeluarkan zat kimia berbahaya dan dapat mencemari laut.

Zat kimia berbahaya yang terkandung dalam plastik, jika pada dosis yang besar dapat menyebabkan resiko kesehatan bahkan bisa menyebabkan kematian pada hewan.

Tak hanya hewan yang merasakan dampak zat berbahaya tersebut. Untuk zat kimia pada dosis yang rendah terakumulasi pada binatang yang dapat memasuki rantai makanan dan akan berakhir di meja makan kita.

  • Fakta Lain Mengenai Sampah Plastik Di Laut
  • Pada bulan Juni, tahun 2006 program lingkungan PBB memperkirakan terdapat 46,000 sampah plastik dalam setiap mil persegi mengambang di lautan.
  • Setiap tahunnya seekitar 1 juta burung laut, 100.000 mamalia laut dan ikan – ikan yang sudah tak terhitung jumlahnya telah mati terbunuh plastik.
  • Sisa – sisa kantong plastik telah banyak ditemukan pada kerongkongan anak elang laut di Pulau Midway, sekitar lautan Pacific
  • Di indonesia sendiri, banyak kura – kura di kepulauan seribu yang mati karena memakan plastik yang dikira ubur-ubur, yang dikira sebagai makanan yang disukainya.
  • University of California Davis pada tahun 2014 dan 2015, pernah melakukan penelitian tentang pencemaran plastik mikro di dalam pencernaan ikan. Hasilnya mengejutkan, sekitar 28% dari sampel ikan yang ada di pasar tradisional di Makassar memakan plastik. Sementara itu, sekitar 67% ikan di suatu tempat di California juga memakan plastik. Ikan – ikan yang tercemar oleh limbah plastii tersebut akan berbahaya jika sampai terkomsumsi.

Sumber Dari Sampah Di Laut

Menurut sebuah penelitian, sumber sampah plastik terbesar berasal dari daratan dan bukan dari laut. Oleh karena itu, untuk mengurangi atau bahkan menghentikan pencemaran laut akibat sampah plastik, maka pengelolaan sampah di daratan perlu untuk segera dirubah.

Tahukan kamu bahwa sampah plastik daratan yang dibuang ke laut jumlahnya mencapai 80% dari total sampah yang ada di laut.

Hal ini dikarenakan pengelolaan sampah yang kurang efektif ditambah perilaku buruk masyarakat pesisir di seluruh dunia dalam menangani sampah plastik, menyebabkan semuanya masuk ke lautan.

Polusi sampah plastik tidak hanya berdampak buruk terhadap lingkungan, tapi juga merugikan dari sisi ekonomi karena pendapatan negara dari sektor kelautan juga menurun.

Mungkin itu akhir artikel tentang akibat dari sampah plastik di laut. Sekian dari saya, terima kasih dan sampai jumpa.